Rabu, 30 April 2014



Untuk apa kau malu?

 Faktanya kita tidak memiliki sebuah pilihan ketika kita terlahir di dunia ini, kala itu kita hanya bisa membuka mata meskipun mata kita masih belum dapat melihat, mulut kita hanya bisa  ketika kita keluar dari rahim sang ibu. Dan faktanya hampir seluruh bayi ‘’normal’’ didunia juga pasti pernah merasakan momen momen indah tersebut. Namun yang harus kita sadari adalah, terdapat adanya perbedaan bagi tiap tiap manusia setelah melewati jenjang ini. 

Kita menyadari dimana saat ini kita sedang bernaung, bagaimana kondisi keluarga yang saat ini kita miliki, dan bagaimana perlakuan mereka terhadap kita?. Kita tidak pernah bisa memilihnya. Memang beberapa orang mendapatkan sebuah keberuntungan untuk dilahirkan pada sebuah keluarga yang dapat dikatakan nyaris sempurna. Dengan memiliki sepasang orang tua yang baik hati, penyabar, cerdas, dan termasuk dalam sebuah keluarga yang kaya dan terhormat. Dan hal tersebut juga berpengaruh terhadap kualitas hidup yang dia jalani. Dimana sejak kecil orang tuanya selalu merawatnya dengan totalitas. Memberikan asupan gizi yang cukup, memberikan pendidikan yang layak dan terbaik, tinggal di rumah yang besar dan bagus. Mendapatkan segala kenyamanan dan tak pernah merasakan kekurangan sama sekali. 

Namun dilain sisi juga terdapat sebuah realitas keluarga yang secara kualitas sangat jauh dari suatu hal yang layak. Mungkin kita pernah mendapati seorang bayi yang lahir dari keluarga yang sangat miskin, dengan kondisi orang tua yang secara tidak berpendidikan, lingkungan yang tidak sehat dan tidak mendidik. Dimana pergaulan disekitar rumahnya sangatlah bebas, pencurian serta kerusakan moral masyarakatnya juga tumbuh dengan liar. Dan hal ini juga sangat mempengaruhi kualitas hidupnya, dimana dalam mendapatkan makanan sehari hari saja kewalahan apalagi untuk sekedar memikirkan gizi, selain itu keluarga juga dilanda banyak hutang. Mungkin sebagian besar orang merasakan hal itu.

Memang benar tidak ada yang salah dari kehidupan ini. Hanya saja, dalam dinamika kehidupan yang begitu kompleks kita merasakan adanya kesenjangan dalam hidup dan hal ini membuat beberapa orang merasa iri dan dengki terhadap orang yang selainnya. 

Bahkan tak hanya itu saja, beberapa peristiwa kesenjangan sosial ini juga berpengaruh terhadap pergaulan yang biasa terjadi pada anak anak remaja. Tak jarang kita mendapati adanya gerombolan remaja yang berkelompok atas dasar kesamaan derajat atau status. Dimana kelompok ini bersifat sangat eksklusif dan cenderung mementingkan kelompoknya. Dan tak jarang pula kelompok ini saling menghina dan tak mau berinteraksi dengan anak – anak atau remaja lain yang mereka anggap lebih rendah derajatnya ketimbang anggota kelompok mereka. 

Memang menyakitkan jika kita dipandang rendah oleh yang selainnya. Apalagi jika banyak sekali orang yang menjauhi kita karena kondisi ekonomi kita yang memang bisa dibilang sedang dalam kondisi kurang. Dan saya juga bisa merasakan sakitnya jika kita tidak memiliki barang yang orang selainnya punya, padahal kita tahu sendiri bahwasannya barang tersebut sangat kita perlukan. Misalkan motor, laptop, dan benda benda yang selainnya. Saya bisa merasakan hal itu semua, dan pastinya kita akan merasakan bahwasannya tuhan tidak adil dalam memberikan rezeki kepada ummatnya. Namun itu semua bukanlah kesalahan tuhan.

Karena tuhan telah berusaha memberikan sesuatu hal yang baik kepada kita sebagai umatnya. Hanya saja tergantung bagaimana cara kita memahami dan mensyukuri apa yang telah allah berikan kepada kita. Dan jika kita bisa melakukannya saya bisa menjamin maka hidup kita akan bisa terasa indah.
Tak perlulah kita malu terhadap segala kekurangan kita. Karena tuhan sudah memiliki rencana yang besar dibalik ini semua, hanya saja tergantung cara kita menjalaninya saja. Karena dengan usaha yang keras dan kerja yang cerdas bisa menjadikan kehidupan kita akan lebih berwarna.

Apapun yang kau miliki. Tak perlulah kau malu. Karena hidup ini hanyalah sebuah permainan. Dan kau adalah sang tokoh utama dalam permainan ini. Dan sang tokoh utama pasti akan memenangkan permainan. Hanya saja konsekuensi untuk menjadi sang tokoh utama juga harus kita mliki serta. Apa itu? Sifat optimis dan berani keluar dari zona nyaman. 

Karena kedua hal itulah yang bisa membuat hidup kita seolah olah berubah, dimana dalam menjalani kehidupan, kita kan merasakan semangat yang lebih membara dalam menyongsong mentari dipagi yang sepi. Merasakan belaian semangat yang menggelora kedalam jiwa, dan akan mengimplementasikan kedalam aktivitas yang akan kita jalani.
Tak perlu malu terhadap segala kekurangan kita, karena tokoh utama yang berada dalam kondisi yang sulit akan membuat kisah tersebut akan semakin indah. Hanya saja... tergantung presepsi kita dalam menjalaninya... 

Jalani saja hidup ini dengan senyuman, anggap dan pasangkanlah dalam benakmu bahwa hidup itu adalah sebuah kisah yang indah...

Selasa, 22 April 2014

tak ada harapan tersisa

sesuatu yang paing berharga dalam kehidupan ini adalah nyawa, bukan begitu?
segala apapun yang kita punyai dan apa yang sedang kita rasakan tidak akan pernah bisa kita nikmati tanpa adanya nyawa itu sendiri. hanya karena sebuah nyawa yang saat ini kita miliki, kita bisa merasakan indahnya dunia, perasaan cinta, kecewa serta angan angan dan juga impian kan selalu ada didalam benak kita. dan hal itu akan dapat kita rasakan jika kita memiliki nyawa.

tak sadarkah kamu bahwasannya suatu saat nyawa ini akan ditarik kembali oleh sang pencipta. betapa menderitanya kita kala itu. sesuatu yang sangat berharga diambil secara paksa, dan jika dalam hidup kita, kita tidak  menjalankan perintahnya maka kita akan mendapatkan siksanya. 

betapa takutnya aku membayangkan akan hal itu... begitu takutnya hingga aku menganggap bahwa dunia itu sangatlah kejam, aku yakin bahwasannya sekian tahun aku hidup aku masih seringkali melakukan perbuatan perbuatan dosa dan salah. dan apakah itu berarti aku masih pantas memasuki nirwana?

begitulah yang kurasakan ketika aku menatap langit langit kamar menjelang tidur, dibalik keelapan ruang aku merasakan takut yang teramat sangat. bagaimana jika besok tuhan mengambil nyawaku. apakah aku sudah siap dalam menjalani serta mempertanggung jawabkan setiap peruatanku?
sekedar kebahagiaan sesaat?

aku menganggap bahwa kehidupan ini sangatlah lucu. dan aku yakin akan hal itu. 
dikala mentari pagi mulai muncul dipermukaan carawala, kita semua akan senantiasa mendengar bunyi deru kendaraa motor, bunyi gemericik air dari setiap rumah di sekitar kita. dan aktivitas aktivitas selainnya yang pasti akan terdengar sangat akrab didalam panca indera kita. 

namun yang harus kita pahami, semua orang dan berbagai aktivitasnya juga seolah olah terjadi secara berulang - ulang. tak pernah terpikirkan apa yang ada dibenak kita tentang arti kehidupan yang sebenarnya. hingga setiap orang semakin larut dengan rutinitas yang dijalankan masing masing.

dalam presepsi setiap masyarakat pasti menganggap bahwasannya hidup ada untuk mencari sebuah kebahagiaan, dan itu memang benar jika kita pahami, namun apakah kebahagiaan yang dicar oleh setiap orang memang benar benar sebuah kebahagiaan yang sebenarnya?.

dan kita pasti mengetahui dalam kehidupan kita yang begitu dinamis, setiap orang menganggap bahwasannya kebahagiaan yang dicari selama ada di dunia sungguh bermacam macam. entah itu ketenangan hidup, jabatan yang diraih, wibawa, kekuasaan, kebersamaan, cinta, dan juga kebebasan. namun dalam kehidupan yang begitu kompleksnya, apakah ita hanya menginginkan kebahagiaan semacam itu? bukankah kita juga tahu bahwasannya kehidupan manusia hanyalah ssesuatu yang semu, dia tidak abadi dan bahkan bisa berlalu sangat singkat. 

namun mengapa hanya sedikit yang paham akan hal itu? 
bahkan tak sedikit pula yang rela menyerahkan hidupnya yang cuma sekali ini hanya untuk sekedar mengejar kebahagiaan yang bahkan akan sangat singkat sekali kita merasakannya. 

tak pernahkan kalian menyadar bahwasannya ada dibalik ini semua, dibalik kenikmatan dunia yang semu ini. erdapat sebuah kebahagiaan yang abadi dan juga mutlak. tak sadarkah kita semua?
dan kebbahagiaan itu hanya diperuntukkan kpada kita, namun hanya kita yang menyadari akan kebahagiaan itu sendiri, yang mau mengejarnya. 

namun sebagian orang justru tidak mempercayai akan hal itu dan malah lebih cenderung mengejar kebahagiaan sesaat ketimbang mengejar kebahagiaan yang sesungguhnya.